Welcome note:

"It's a family blog, tells you everything about family matters such as children development, education, experience, etc. There are some literary pieces that you can enjoy. It's also a personal space which you may learn from it. Here! You are eagerly and delightedly accepted..."

Tuesday, December 6, 2011

Disability and Social Stigma

" Disability and Discrimination Intersection"


disabled workers suffer more
Disability and public opinion - Disability is embedded in one's life which always interesting to observe. People with disability (disabled person) can definitely be much harder to do their daily work when compared with people who have the physical and mental health. Some examples of mild or disability can be overcome, such as broken bones this might be temporary and can be cured and a relatively minor disability such as impaired vision can certainly be modified by using contact lenses.



In the case of disability this would have been classified heavyweight and deserves disability permanent, having inability to take part in public life at the same level with 
people without disabilities.


Worker with disability

For example, someone who uses a wheelchair may be able to live independently if physical and social barriers to mobility have been eliminated, for example, in the corridors of discrimination and career expansion. In this case discrimination against people with disabilities if it is connected to the course of employment discrimination must be eliminated as long as the person concerned has met the qualifications provided for example by skill or intelligence they have. As stated in Law No. 4 / 1997 (Indonesia), one percent of persons with disabilities must be employed in the company, then based on the provisions of the law should not discriminate against any person who has been qualified for a position and who, with or without "reasonable accommodation" about them, can believed that the person can perform essential functions of his job at a company. Efforts by people disabilities to establish a legal right marks a sharp contrast with the traditional public policy that is society's view of persons with disabilities. Heartbreaking!

We carry a huge mandate and we also have an important role of community inclusion. For the future, especially in Indonesia is expected to provide broad protection against persons with disabilities who want "special discrimination" which requires state agencies / private, public or other facilities to create new buildings or renovations are in the stage, wants public transportation such as buses or trains equipped with special facilities to accommodate persons with physical disabilities for example, is wheelchair access to public transport, while the building is expected the facility to enter the building ramps for people with disabilities motion is a special entrance to the building, floor number in Braille on the elevator for the disabled visual disability, and telecommunications devices for persons with hearing disabilities where it all is some method to make buildings more accessible to persons with disabilities.



Sabar Subadriasal 
(Salatiga, Jawa tengah)
In advocating for their rights, the disability has been working to establish some important principles. One of them is that they are considered based on individual achievement, not on stereotypical assumptions about persons with disabilities. It is important to note that the community must make certain changes to allow them to more easily participate in business and social activities. Then things cannot be ignored that the disability should be integrated with people who have disabilities. Successful implementation of this rule will certainly provide a profound and positive impact on the status of Inevitably contribute motivation of disability figure capable of inspiring high morale to be achievers, people without a static disability should be embarrassed by the fact that many of the physically disability able to create works that deserve thumbs up, such as athletes, artists, workers and of persons with disabilities on a range of other areas where the disability itself is not a significant barrier. Hard work and tireless efforts have contributed a proud achievement for people with disabilities that they actually "no disability". Disability may be defined as a disability but those who excel have been able to remove the frills on her disability.

Contribute a wealth of knowledge within the limits without limitation, kartunet.com is one of the media (website) made by children of the nation that is always consistent on matters relating to disability. It is remarkable, given the history kartunet fronted by the sight disability and now this website has been developed very well and professionally. Kartunet with the motto " Mengatasi Keterbatasan Tanpa Batas (Overcoming Limitations without Borders)" has an important role in introducing the world of disability with a very noble goal of realizing a society without discrimination. Kartunet Community Indonesia (KCI) is always able to socialize disability issues in order to establish an inclusive society with the vision and mission that has been carried so that it can open eyes, hearts and minds of disability and public opinion. It should be underlined that it is the responsibility of us all without exception.






10 comments:

Rika Amrikasari said...

Secara fakta, di Indonesia, sangat mudah ditangkap bahwa telah terjadi diskriminasi, baik itu menyangkut fasilitas gedung, publik, mau pun hal-hal yang telah diterangkan secara gamblang di atas.

Kesan yang didapat dari kenyataan tersebut adalah bahwa pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta masih luput dari pandangan utuh bahwa manusia ada juga yang punya disabilitas.

Menurut saya, kondisi ini membutuhkan enforcement atas kebijakan dan tekanan yang kuat dari pemerintah terhadap perwujudan sarana-sarana publik.

Kenapa demikian? Karena otoritas untuk menerbitkan perijinan serta persyaratan atas rencana pembangunan oleh swasta ada di tangan pemerintah. Sehingga tanpa dukungan penuh dari pemerintah untuk mewujudkan penyediaan sarana dengan fasilitas yang memadai bagi penyandang disabilitas hampir tidak mungkin berhasil. Di atas kertas sebetulnya sudah menjadi kesepakatan internasional bahwa itu adalah hak Warga Negara. Hanya saja perwujudannya tentu akan sangat tergantung pada skala prioritas pemikiran para perencana dan pelaksana.

Sudah saatnya Warga Negara yang sadar akan kondisi yang terjadi turut berpartisipasi dalam batas-batas yang mampu dilakukannya seperti memberikan apresiasi dalam bentuk kesempatan kerja bagi yang memenuhi syarat meski ia penyandang disabilitas, melakukan pemilihan tempat yang mudah diakses, dan supportive pada kebutuhan penyandang disabilitas.

Saat ini KCI memang memegang peranan penting sebagai salah satu bagian dari masyarakat yang berkonsentrasi pada perjuangan para penyandang disabilitas. Advokasi yang sangat baik ini harus disebarluaskan dan didukung oleh orang-orang yang bukan penyandang disabilitas.

Tulisan yang sangat memanggil nurani ini mudah-mudahan bisa diikuti oleh para penulis online lainnya melalui kampanye yang berkelanjutan.

Zia said...

Indonesia harus banyak belajar dari negara yang sudah jauh lebih maju terutama dalam pelayanan terhadap penyandang disabilitas.

Pemerintah harus lebih peka dan cekatan menanggapi masalah tersebut.

Dimulai dari diri sendiri untuk menghilangkan kata diskriminasi terhadap seseorang dengan gelar disabilitas. Diskriminasi hanya berlaku pada perilaku yang dapat merugikan orang lain.

KCI merupakan wadah untuk memproklamirkan bahwa disabilitas bukanlah sebuah hambatan dan halangan untuk melahirkan karya yang luar biasa.

Boleh dikatakan DISCRIMINATION IS NOTHING!

Bintang said...

Disabilitas perlu dijeli lebih lekap. Iya pemerintah abai lalai menyedia kebutuhan bagi kaum difabel. Namun, tak elok jika disabilitas jadi biang keladi ketidaksamaan. Kaum difabel layak membuktikan dirinya bahwa mereka pantas. Tengok CEO GE Electric Indonesia, niscaya Anda akan tercengang mengamati kiprah dia. Kaum difabel perlu melangkah bukan dua tiga melain lima enam langkah lebih jauh dari orang lain. You are what you think! Saya tidak akan merasa sakit jika diri saya tidak mengizinkannya ujar Gandhi. Demikian pun kaum difabel tidak akan merasa "sakit" jika dirinya tidak mengizinkan caca maki hinaa membuatnya lemah. Lets make it clear : I'MPossible!

Suguh Kurniawan said...

abis baca artikel ini, jadi inget film korea yang judulnya Bare Foot Ki Bong. Ki bong yang mengidap down syndrome punya keinginan buat beliin ibunya gigi palsu karena udah tua. buat mewujudkannya dia ikut lomba marathon di seoul. tapi sebelum itu ki bong latihan berat pagi sore.

waktu bener2 ikutan lomba, bisa jadi akhirnya ki bong kalah dan ada di urutan akhir (dia punya kelainan di paru paru). tapi ada hal yang lebih penting dari perkara menang atau kalah, yaitu seseorang dengan downsyndrome dapat hidup lebih bersemangat karena di dukung orang orang terdekatnya, ibunya, kawan kawannnya.

very nice post. uncapable akan selalu jadi possible kalau di dukung orang2 sekitar. (bukan didikte)


ini link youtubenya,,di kopas aja ^^

http://www.youtube.com/watch?v=hZmpYkyAEMU

dzul vogel 27th said...

Sampai kapanpun yg namanya diskriminasi itu tidak baik, bahkan buruk dimata saya pribadi. apalagi terhadap penyandang diabilitas..

DISKRIMINASI CORET... :D

tinacaesar said...

you got a real talent on writing..
sungguh tulisan yang sangat inspiratif skali loh teh. meskpiun aku ga terlalu paham dengan hal-hal seperti ini dan ada beberapa kata yang sebetulnya ga aku pahami apa artinya, tapi tulisan ini bikin aku pnasaran baca sampai akhir hehehe..
thumbs for you!

keep on the good work and keep writing all the good things around..

Gusti said...

Coba contoh Singapura ya, yang ngasih fasilitas untuk orang-orang disabilitas, bahkan setiap perusahaan wajib memiliki 10% pegawai disabilitas.

Di Indonesia mungkinkah bisa diimplementasikan ?
Persepsi orang-orang Indonesia terhadap orang-orang disabilitas masih buruk ...

hectictoc said...

saya setuju dengan tulisan mba zia, karena dibalik kekurangan yang mereka miliki, saya yakin banyak diantara mereka yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata orang normal. Jika saja banyak perusahaan yang mau membuka 'mata' atas kecerdasan yang mereka miliki, saya yakin mereka bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik, bahkan bisa memperbaiki atau memfasilitasi disabilitas mereka nantinya.

Tentunya peranan pemerintah juga sangat diperlukan untuk mengikis disabilitas diskriminasi dalam masyarakat.

Dari tulisan mba zia, saya sangat berharap pemerintah lebih dapat memfokuskan hal Edukasi untuk semua lapisan masyarakat termasuk para penyandang disabilitas. Karena Pendidikan merupakan akar untuk sebuah negara maju.

PS: what a great writing :D

Harsen said...

Bagus blognya.
Saya sangat apresiatif dengan profesi mbak Zia sebagai Citizen Journalist!

Oh ya... saran saya untuk meningkatkan rank alexa dan google page rank-nya

Semoga sukses
Salam hangat
-Harsen-

see now said...

Hello everyone we will show the latest news and the latest news on a cool and popular. We provide an updated information that comes with the new version on the website news. This web will tell da latest news updates with different styles on AishaNews.com please open and read the information.
Aisha News
Aisha Populer News